PT. CARAKA grha TEKNITAMA

Kegiatan

Sidang SLF dan Visitasi Lapangan PT SEC Indo Industrial

Sidang Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan visitasi lapangan pada bangunan industri milik PT SEC Indo Industrial diselenggarakan secara terintegrasi di ruang meeting perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Forum ini merupakan tahapan krusial dalam proses evaluasi kelaikan fungsi bangunan, dengan mengedepankan verifikasi administratif, teknis, serta kesesuaian kondisi aktual bangunan terhadap dokumen yang telah disusun. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 51 peserta yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Hadir dalam kegiatan ini Tim Profesi Ahli yang mencakup bidang arsitektur, struktur, serta mekanikal, elektrikal, elektronika, dan plumbing (MEEP), bersama Tim Penilai Teknis dari instansi terkait seperti Dinas PUPR Bidang Cipta Karya, Tata Ruang, serta perangkat daerah lainnya yaitu Dinas Pemadam Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Kenda. Turut serta pula Administrator KEK, pengelola Kawasan Industri Kendal, serta jajaran manajemen PT SEC Indo Industrial, termasuk Presiden Direktur yang mengikuti secara daring, Direktur Utama, dan tim teknis internal. Dari sisi konsultan, PT Caraka Grha Teknitama menghadirkan Direktur Operasional beserta tim tenaga ahli, engineer, dan administrator teknik secara lengkap.

Kegiatan diawali dengan sambutan Presiden Direktur yang memaparkan profil perusahaan sebagai entitas manufaktur berorientasi ekspor dengan spesialisasi pada aksesori garmen berbasis teknologi heat transfer dan inovasi ramah lingkungan. Selanjutnya, Tim Tenaga Ahli Bangunan Gedung dari PT Caraka Grha Teknitama menyampaikan paparan komprehensif terkait dokumen kajian teknis final, meliputi kelengkapan administrasi, hasil pengujian teknis, serta analisis perhitungan seluruh aspek bangunan. Penyusunan dokumen tersebut telah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, Permen PUPR Nomor 27/PRT/M/2018, standar nasional Indonesia (SNI) mutakhir, serta regulasi kawasan ekonomi khusus.

Dalam sesi pembahasan, aspek higienitas proses produksi menjadi salah satu fokus utama, mencakup pengendalian kualitas bahan baku, operasional mesin, hingga sistem penyimpanan produk jadi guna mencegah kontaminasi. Perhatian khusus juga diberikan pada keberadaan Chemical Raw Material Warehouse yang menyimpan bahan kimia berisiko tinggi, sehingga diperlukan sistem proteksi kebakaran, pengendalian bahaya toksik, serta pengelolaan limbah B3 yang sesuai standar. Selain itu, ruang laboratorium pengujian produk turut ditinjau untuk memastikan kesesuaian sistem keselamatan dan fungsionalitasnya.

Setelah sesi sidang, seluruh peserta melaksanakan visitasi lapangan guna memverifikasi kondisi fisik bangunan secara langsung. Proses ini menitikberatkan pada konsistensi antara dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), as-built drawing, serta kondisi eksisting di lapangan. Aspek kemudahan juga menjadi perhatian, khususnya dalam pengaturan sirkulasi manusia dan kendaraan guna mendukung efisiensi operasional bangunan industri yang berdiri di atas lahan seluas 13.773 meter persegi tersebut.

Secara keseluruhan, pelaksanaan sidang SLF dan visitasi lapangan berlangsung lancar dan konstruktif. Tim dari PT Caraka Grha Teknitama menyajikan kajian teknis secara sistematis dan argumentatif, berbasis pada data empiris serta regulasi yang berlaku. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dokumen administratif dan teknis telah memenuhi ketentuan, serta kondisi fisik bangunan secara umum telah sesuai dengan persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan sebagaimana diatur dalam regulasi bangunan gedung di Indonesia.

CARAKA grha TEKNITAMA

Profesional, Terlatih, Rendah Hati

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
Kirim Pesan