PT. CARAKA grha TEKNITAMA

Kegiatan

Sidang SLF dan Visitasi Lapangan PT Elson Bernardi, Kendal, Jateng

Proses Sertifikasi Laik Fungsi (SLF) PT Elson Bernardi memasuki tahapan penting melalui pelaksanaan Sidang SLF dan Visitasi Lapangan yang diselenggarakan di Meeting Room PT Elson Bernardi, beralamat di Jl. Maespati No. 2A, Kawasan Industri Kendal, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh 45 peserta yang terdiri atas Tim Profesi Ahli (TPA) bidang Arsitektur, Struktur, dan MEEP, Tim Penilai Teknis (TPT) dari berbagai perangkat daerah Kabupaten Kendal, Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pengelola Kawasan Industri Kendal (KIK), Wakil Direktur beserta jajaran manajemen PT Elson Bernardi, serta Direktur Operasional, Tim Tenaga Ahli, Tim Teknis, Tim Engineer, dan Administrator Teknik PT Caraka Grha Teknitama.

PT Elson Bernardi merupakan perusahaan industri pangan yang bergerak dalam produksi makanan cepat saji beku (frozen food), roti, pao, dan berbagai produk sejenis yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Perusahaan yang merupakan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan investor lokal ini menempati lahan seluas 10.270 m² dengan total luas bangunan mencapai 3.989,19 m². Bangunan utama memiliki ketinggian 20,19 meter dan terdiri atas tiga lantai. Selain memiliki peran strategis dalam sektor industri pangan nasional, proyek pembangunan fasilitas ini juga dikategorikan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Direktur PT Elson Bernardi yang memaparkan profil perusahaan, kapasitas produksi, serta komitmen perusahaan dalam menjaga standar mutu dan kepatuhan terhadap regulasi. Selanjutnya, Tim Tenaga Ahli Bangunan Gedung PT Caraka Grha Teknitama mempresentasikan dokumen Kajian Teknis Final yang telah disusun sebagai bagian dari proses penerbitan SLF. Dalam pemaparannya, dijelaskan secara komprehensif mengenai kelengkapan data administratif, hasil pemeriksaan dan pengujian teknis, serta perhitungan teknis seluruh aspek bangunan gedung yang telah disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, Permen PUPR Nomor 27/PRT/M/2018, Standar Nasional Indonesia (SNI) terkini, serta estate regulation yang berlaku di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Paparan tersebut kemudian mendapat tanggapan, masukan, serta pembahasan teknis dari Tim Profesi Ahli dan Tim Penilai Teknis yang hadir dalam forum.

Salah satu fokus utama dalam pembahasan adalah aspek higienitas dan proses produksi sebagai faktor krusial dalam industri pangan. Evaluasi dilakukan terhadap sistem pengendalian kebersihan pada bahan baku, mesin produksi, ruang penyimpanan, hingga produk akhir guna mencegah potensi bahaya kontaminasi. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap sistem pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), terutama terkait kapasitas ruang penyimpanan limbah yang harus mampu mengakomodasi volume limbah berdasarkan hasil perhitungan teknis dan ketentuan lingkungan yang berlaku. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan operasional perusahaan yang selaras dengan prinsip keselamatan dan perlindungan lingkungan.

Aspek keselamatan kebakaran turut menjadi salah satu agenda strategis dalam sidang. Mengingat karakteristik kegiatan industri pangan yang memiliki berbagai potensi risiko kebakaran, forum menelaah kesesuaian sistem proteksi kebakaran yang telah diterapkan, meliputi ketersediaan hidran, alat pemadam api ringan (APAR), sprinkler, fire alarm system, jalur evakuasi, serta sistem pendukung lainnya yang mengacu pada regulasi dan standar keselamatan bangunan gedung. Di samping itu, sistem sirkulasi udara alami maupun mekanis juga menjadi perhatian utama untuk memastikan kualitas udara tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan, khususnya pada area kantor dan area produksi seperti ruang bahan baku, area ayak tepung, area premix, area oven, hingga area cooling yang memiliki karakteristik lingkungan kerja berbeda-beda.

Setelah rangkaian sidang selesai dilaksanakan, seluruh peserta melakukan visitasi lapangan untuk memverifikasi kondisi fisik bangunan secara langsung. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen Kajian Teknis SLF yang telah disusun dengan kondisi aktual bagunan eksisting yang ada. Visitasi diakhiri dengan penyampaian sejumlah poin pertimbangan teknis dari Tim Profesi Ahli dan Tim Penilai Teknis sebagai bahan penyempurnaan proses sertifikasi. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana dan menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam memastikan bangunan PT Elson Bernardi memenuhi aspek keandalan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan sesuai regulasi yang berlaku, sehingga dapat mendukung operasional industri secara optimal dan berkelanjutan.

CARAKA grha TEKNITAMA

Profesional, Terlatih, Rendah Hati

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
Kirim Pesan