Pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, dilaksanakan agenda kegiatan Visitasi Lapangan dalam rangka proses Perpanjangan Pertama Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan gedung PT Dharma Satya Nusantara yang berlokasi di Jalan Raya Kranggan–Pringsurat Km. 1, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan tahapan verifikasi teknis untuk meninjau kesesuaian dokumen kajian teknis dengan kondisi aktual bangunan gedung. Visitasi dipimpin oleh Agnies Ayu K., S.T., M.P.W.K., selaku Penelaah Teknis Kebijakan DPMPTSP Kabupaten Temanggung, dengan melibatkan Tim Penilai Teknis (TPT) dari unsur DPUPR, DPMPTSP, Dinas Perhubungan, DLH, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung. Adapun anggota TPT yang hadir meliputi Ririn Indriani, S.T., Indra Setyawati, S.TP., Rama Adhitia Cahya, S.IP., M.AP., Fika Zusanti, S.T., Hudan Izza Alghifary, S.Ars., Zukhruf Hendrianto W., S.T., dan Agus Setiawan, S.H. Turut hadir Tim Profesi Ahli (TPA) Kabupaten Temanggung, yaitu Ir. Moga Kriya Gularsa, S.T. dan Nicolas Hilmydya Adi Nugraha, S.T., M.T. Dari pihak PT Caraka Grha Teknitama hadir Direktur Utama PT Caraka Grha Teknitama Ir. Sulistyo Indriyanto, S.T., bersama Direktur Operasional Bimo Wahyu Kartiko Aji, S.Psi, didampingi oleh Tim Tenaga Ahli Bangunan Gedung, Tim Teknis, Administrator Teknik, dan jajaran manajemen, sedangkan PT Dharma Satya Nusantara diwakili oleh Manajer dan Tim Teknik perusahaan.
Hubungan kerjasama profesional antara PT Caraka Grha Teknitama dan PT Dharma Satya Nusantara telah terjalin melalui serangkaian proses pendampingan teknis bangunan gedung, mulai dari pemenuhan persyaratan dan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), hingga tahap perpanjangan SLF. Keberlanjutan kerja sama tersebut mencerminkan proses pendampingan yang berkesinambungan, dengan pemahaman terhadap karakteristik bangunan, dinamika operasional, serta perkembangan kondisi fasilitas industri PT Dharma Satya Nusantara. Agenda Visitasi Lapangan merupakan tindak lanjut dari Sidang Perpanjangan SLF yang sebelumnya diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 2 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Temanggung, dengan melibatkan TPT, TPA, pihak perusahaan, dan tim konsultan . Pada tahap persidangan tersebut, dilakukan telaah bersama terhadap dokumen Kajian Teknis Perpanjangan SLF yang telah disusun dan diperbarui oleh tim PT Caraka Grha Teknitama berdasarkan kondisi eksisting serta perkembangan bangunan terkini.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu, plywood, blockboard panel, engineered flooring, dan engineered door, PT Dharma Satya Nusantara memiliki karakteristik operasional yang memerlukan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan dan keandalan bangunan. Proses produksinya mencakup pengolahan kayu log menjadi lembaran veneer melalui tahapan rotary peeling, pengeringan, sortasi, perbaikan veneer, pemberian perekat, penyusunan lapisan (lay-up), hingga proses cold press dan hot press. Lebih dari 90 persen produk perusahaan dipasarkan untuk kebutuhan ekspor. Kompleksitas kegiatan industri tersebut tercermin dari luas lahan perusahaan sebesar 82.582 m², dengan total luas lantai dasar bangunan mencapai 43.065,40 m² yang terdiri atas 23 bangunan. Dari jumlah tersebut, terdapat 19 bangunan lama dengan sejumlah perubahan dan perluasan pada bangunan Workshop Engineering, IPAL, Short Veneer, Assembly, dan Limbah B3, serta empat bangunan tambahan berupa Gudang Oli, Toilet, Gedung Serbaguna, dan Chiphouse.

Pelaksanaan visitasi lapangan difokuskan pada verifikasi kondisi eksisting, evaluasi pemenuhan persyaratan teknis, identifikasi perubahan bangunan, serta pemeriksaan sistem dan utilitas gedung. Peninjauan dilakukan secara holistik terhadap aspek arsitektur, struktur, Mekanikal, Elektrikal, Elektronikal, dan Plumbing (MEEP), serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setiap aspek dikaji untuk memastikan pemenuhan persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K) sesuai karakteristik fungsi dan aktivitas bangunan industri. Pemeriksaan tersebut juga diarahkan untuk mencocokkan kondisi fisik di lapangan dengan data, gambar teknis, dan uraian dalam dokumen kajian teknis, termasuk menelusuri perubahan fungsi ruang, tata letak, maupun penambahan elemen bangunan. Keseluruhan proses mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Permen PUPR Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, serta Standar Nasional Indonesia (SNI) yang relevan.

Perhatian khusus diberikan terhadap sistem proteksi kebakaran, mengingat aktivitas industri pengolahan kayu memiliki karakteristik dan potensi bahaya kebakaran yang perlu dikendalikan secara serius. Pemeriksaan dan penyempurnaan sistem proteksi aktif, termasuk instalasi hydrant dan ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), menjadi salah satu poin penting dalam peninjauan. Pada aspek udara, pengujian menggunakan Particle Counter Tester untuk mendeteksi dan mengukur konsentrasi serta ukuran partikel mikroskopis di udara, serta Multifunction Environment Tester untuk mengukur parameter lingkungan berupa suhu dan kelembaban telah dilakukan sebelumnya oleh tim PT Caraka Grha Teknitama dalam survei, observasi, dan pengujian kualitas udara yang telah dilaksanakan pada tahap sebelumnya. Hasil pengujian tersebut menjadi dasar rekomendasi penyempurnaan sistem pengelolaan dan sirkulasi udara guna mengendalikan potensi polutan, baik di dalam ruang produksi maupun lingkungan sekitar bangunan industri. Sementara itu, Indra Setyawati, S.TP., selaku Pengendali Dampak Lingkungan DPRKPLH Kabupaten Temanggung, memberikan perhatian terhadap potensi polutan dan pencemaran lingkungan, sistem drainase, area resapan, serta pengelolaan air bersih dan air limbah. Beliau juga menyampaikan pentingnya penyusunan peta vegetasi dan peta pengelolaan lingkungan hidup sebagai bagian dari penguatan aspek pengelolaan lingkungan perusahaan.

Seluruh rangkaian visitasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan gambaran objektif mengenai kondisi aktual bangunan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang memerlukan tindak lanjut teknis. Setiap unsur yang hadir memperoleh kesempatan untuk melakukan pemeriksaan, mengajukan pertanyaan, meminta penjelasan tambahan, serta mengonfirmasi kesesuaian informasi dalam dokumen kajian teknis dengan kondisi aktual di lapangan. Tim Tenaga Ahli PT Caraka Grha Teknitama turut memberikan penjelasan dan rekomendasi berdasarkan hasil kajian multidisiplin, sehingga setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara proporsional. Pendekatan kolaboratif ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa penilaian kelaikan fungsi tidak hanya bertumpu pada kelengkapan administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fisik, kinerja sistem, keselamatan operasional, serta keberlanjutan pemeliharaan bangunan gedung. Bagi bangunan industri dengan kompleksitas fasilitas dan aktivitas produksi seperti PT Dharma Satya Nusantara, ketepatan identifikasi risiko dan penerapan rekomendasi teknis merupakan faktor penting dalam mendukung perlindungan terhadap pekerja, pengguna bangunan, aset perusahaan, dan lingkungan sekitarnya.

Secara keseluruhan, agenda Visitasi Lapangan PT Dharma Satya Nusantara berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan peninjauan serta verifikasi teknis. Sinergi antara Tim Penilai Teknis, Tim Profesi Ahli, pihak pemilik bangunan, dan PT Caraka Grha Teknitama sebagai konsultan pendamping menjadi wujud koordinasi profesional dalam proses evaluasi Perpanjangan SLF. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan kelaikan fungsi bangunan gedung merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kesesuaian terhadap regulasi, pengendalian risiko, pemeriksaan berkala, dan pemeliharaan yang terencana. Melalui rangkaian kegiatan ini, seluruh unsur yang hadir ikut berkontribusi dalam memastikan pemenuhan persyaratan teknis dan kelaikan fungsi bangunan gedung, sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan industri yang andal, aman, sehat, nyaman, dan fungsional serta berorientasi pada keselamatan seluruh pekerja dan pengguna bangunan.








CARAKA grha TEKNITAMAProfesional, Terlatih, Rendah Hati

