Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (DPD AK3L) Provinsi Jawa Tengah sekaligus Direktur Utama PT Caraka Grha Teknitama, Ir. Sulistyo Indriyanto, S.T., menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan Pelatihan Tenaga Terampil K3 Konstruksi yang diselenggarakan pada 8–9 Juni 2026 di Hotel Sindoro, Cilacap. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cilacap, Politeknik Negeri Cilacap, Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, dan DPD AK3L Provinsi Jawa Tengah sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cilacap yang diwakili oleh Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cilacap, serta dihadiri Direktur Politeknik Negeri Cilacap beserta jajaran. Pada hari pertama, pelatihan difokuskan pada pembekalan bagi 148 peserta yang terdiri atas lulusan dan calon lulusan Politeknik Negeri Cilacap sebagai persiapan menghadapi uji sertifikasi Supervisor K3 Konstruksi jenjang 5. Program ini menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja konstruksi yang kompeten, profesional, dan memiliki sertifikasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga mampu menjawab kebutuhan industri konstruksi yang semakin menuntut aspek keselamatan dan kualitas.

Dalam sesi pemaparannya, Ir. Sulistyo Indriyanto, S.T., menegaskan bahwa seorang Supervisor K3 Konstruksi memegang peranan strategis sebagai garda terdepan dalam mengawal penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di setiap tahapan proyek. Materi yang disampaikan meliputi tugas dan tanggung jawab supervisor dalam mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan pengawasan terhadap penerapan SMKK, membangun budaya keselamatan (Safety Culture), hingga menanamkan etika profesi dan tanggung jawab moral dalam melindungi keselamatan seluruh pekerja. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dasar hukum keselamatan konstruksi, telaah berbagai regulasi yang berlaku, serta pentingnya kepatuhan terhadap standar nasional dan ketentuan pemerintah sebagai landasan utama penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Memasuki hari kedua, kegiatan dihadiri oleh Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Cilacap beserta jajaran, perwakilan LSP K3, DPD AK3L Provinsi Jawa Tengah, Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, serta Direktur Politeknik Negeri Cilacap. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Cilacap yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan investasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkeselamatan.

Momentum penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Politeknik Negeri Cilacap dan DPD AK3L Provinsi Jawa Tengah yang ditandatangani oleh Riyadi Purwanto, S.T., M.Eng., selaku Direktur Politeknik Negeri Cilacap, bersama Ir. Sulistyo Indriyanto, S.T., selaku Ketua DPD AK3L Provinsi Jawa Tengah. Kesepakatan ini mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, penyelenggaraan program sertifikasi kompetensi, penyediaan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta berbagai kegiatan kelembagaan lainnya yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Nota kesepahaman tersebut diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam mengoptimalkan sumber daya masing-masing pihak sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara dunia pendidikan dan organisasi profesi.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti uji sertifikasi jabatan kerja Supervisor K3 Konstruksi yang ditujukan bagi lulusan maupun calon lulusan perguruan tinggi bidang konstruksi. Pelaksanaan pelatihan, penandatanganan nota kesepahaman, hingga proses sertifikasi berlangsung dengan tertib dan sesuai agenda yang telah direncanakan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir tenaga-tenaga konstruksi yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga berintegritas tinggi, memahami regulasi keselamatan kerja, serta mampu mengimplementasikan budaya K3 secara konsisten dalam mendukung terwujudnya pembangunan konstruksi nasional yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.










CARAKA grha TEKNITAMA
Profesional, Terlatih, Rendah Hati

