Semarang, Jawa Tengah – Kegiatan survei akhir pada proyek penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada bangunan gedung PT Royal Regent Manufacturing yang berlokasi di Jalan Raya Ngawi – Caruban Kilometer 4, Dusun Cabean, Karang Tengah Prandon, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Agenda ini merupakan tahapan penting dalam proses penerbitan SLF, sebagai bentuk verifikasi komprehensif terhadap kelaikan fungsi bangunan industri sebelum dinyatakan memenuhi standar penyelenggaraan bangunan gedung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Survei tersebut dilaksanakan oleh Tim PT Caraka Grha Teknitama selaku konsultan yang didaulat dalam proyek penerbitan SLF, terdiri atas Tenaga Ahli Arsitektur, Engineer Arsitek, Engineer MEEP, Tim Studio, dan K3. Turut hadir pula Tim PT Royal Regent Manufacturing yang meliputi Assistant Director, Assistant General Manager, Engineer Construction, Engineer Listrik, serta Tim HSE. Sinergi kedua belah pihak mencerminkan komitmen profesional dalam memastikan terpenuhinya aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (K4) pada bangunan industri tersebut.

Sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan investor asal Hongkong, PT Royal Regent Manufacturing bergerak dibidang manufaktur mainan global. Produknya seperti Spin Master, Seasons, dan Buzz Bee Toys, telah dipasarkan secara luas ke Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea, hingga berbagai negara di kawasan Eropa. Dengan lini produksi yang mencakup mainan elektronik, permainan radio kontrol, permainan edukatif, hingga model kit, perusahaan ini menuntut standar fasilitas industri yang presisi, andal, dan memenuhi regulasi internasional.

Kegiatan survei tahap akhir difokuskan pada peninjauan terhadap temuan-temuan sebelumnya, baik yang telah diperbaiki maupun yang masih dalam proses penyempurnaan. Tim konsultan memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan telah sesuai dengan rekomendasi teknis yang diberikan, termasuk penyesuaian terhadap dokumen As Built Drawing agar selaras dengan kondisi eksisting bangunan serta fungsi ruang. Pendekatan ini penting untuk menjamin konsistensi antara dokumen perencanaan, pelaksanaan konstruksi, dan realitas operasional di lapangan.

Survei dan pengujian dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pengujian siang dan pengujian malam, mengingat kondisi operasional bangunan industri dapat berubah secara signifikan pada kedua waktu tersebut. Perbedaan ini berimplikasi pada variasi sistem pencahayaan dan intensitas lux, performa ventilasi dan sirkulasi udara, serta distribusi dan beban listrik pada sistem utilitas. Pengukuran dan pengujian Arsitektur, Mekanikal, Elektrikal, Elektronikal, serta Plumbing (MEEP) dilaksanakan secara terukur dan terdokumentasi guna memastikan seluruh sistem bekerja optimal dalam berbagai skenario operasional.

Selain aspek teknis fisik bangunan, survei juga mencakup diskusi mendalam terkait kelengkapan dokumen administrasi PJK3, termasuk rekomendasi dari dinas pemadam kebakaran, sertifikasi lift dan forklift, boiler, cooling tower, serta peralatan penunjang lainnya. Evaluasi ini menjadi bagian integral dalam memastikan bahwa bangunan industri tidak hanya laik secara konstruktif, tetapi juga memenuhi standar keselamatan kerja dan pengoperasian peralatan bertekanan maupun mekanikal sesuai regulasi.

Secara keseluruhan, kegiatan survei akhir SLF berjalan sesuai dengan schedule dan perencanaan yang telah disusun. Hal ini membuktikan adanya komitmen kuat dari seluruh pihak dalam memenuhi regulasi penyelenggaraan bangunan gedung industri yang aman, sehat, nyaman, dan mudah dalam pemanfaatannya. Tahapan ini sekaligus menjadi landasan strategis menuju proses finalisasi penerbitan SLF, sebagai legitimasi formal atas kelaikan fungsi bangunan PT Royal Regent Manufacturing di Ngawi, Jawa Timur.













CARAKA grha TEKNITAMA
Profesional, Terlatih, Rendah Hati

